oleh

Brigjen Pol Hendri Marpaung, SH: Di Momen HUT RI Ke-76, Ormas PBB Bela Negara Melalui Duta Anti Narkotika

-Berita, DPP-212 views

BANTEN – Sebagai warga negara yang cinta NKRI patut berbangga dan bahagia disetiap bulan Agustus, sekaligus mengenang jasa-jasa dari perjuangan para pahlawan yang rela berkorban sampai pada tetes darah terakhir agar dapat mengibarkan Bendera Sang Saka Merah Putih yang menandakan bahwa Indonesia telah merdeka.

Sebagai generasi penerus bangsa yang sudah menikmati arti dan makna dari kemerdekaan tentu dituntut sumbangsih dengan berbagai sikap serta tanggungjawab penuh dalam membangun, mempertahankan, serta melanjutkan perjuangan dari pahlawan yang telah gugur, sehingga pengorbanan itu tidak menjadi sia-sia.

Dalam hal ini Organisasi Pemuda Batak Bersatu berupaya untuk mengimplimentasikannya dengan cara mengisi ruang-ruang sosial diberbagai sektor dan melebur disetiap elemen masyarakat untuk melakukan hal-hal yang positif sebagai wujud dan sebuah bagian dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tidak berhenti sampai disitu, Ormas PBB ingin melakukan hal-hal yang lebih lagi kedepannya, sehingga kehadirannya benar-benar bisa menjadi penyejuk dan berdaya guna bagi bangsa serta melahirkan kader-kader luar biasa dalam membangun kemajuan negara Indonesia.

Hal ini disampikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Prov. Banten, Brigjen Pol Hendri Marpaung, SH, saat disambangi Ketua Umum Pemuda Batak Bersatu Lambok F Sihombing, didampingi Wakil Sekjen PBB Alfredo Panjaitan dan Kepala Departemen Media Pers dan Publikasi (MPP) Ridwan Rajagukguk, diruang kerjanya, Jl. Buntu, 10, Banjaragung, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Rabu (04/08/21).

Pria bintang satu ini mengatakan, kehadiran Ormas PBB saat ini sudah luar biasa dan patut diapresiasi. Karena semua kegiatan yang dilakukan tidak lepas dari yang namanya sosial.

“Saya melihat pergerakan PBB saat ini sudah bagus, karena hampir semua kegiatan yang dilakukan adalah aksi sosial. Dan bertepatan dengan momen sakral negara dibulan Agustus ini, maka perbuatlah hal yang lebih lagi sebagai bagian dari aksi Bela Negara dengan cara menjadi duta-duta anti narkotika secara massif ditengah-tengah masyarakat. Tunjukkan tanggungjawabmu sebagai warga negara yang baik dengan mengisi kemerdekaan melalui sebuah sikap dan tindakan nyata,” ujar Brigjen Pol Hendri.

Tapi sebelum menjadi duta anti narkotika, ia memaparkan, harus lebih dulu memahami apa arti Bela Negara. Bahwa Bela Negara adalah seorang warga  negara yang punya jiwa nasonalistis dan memiliki sumber daya manusia yang sehat jasmani dan rohani, maka terciptalah seorang Bela Negara yang baik dan baik, cinta pada negara.

Baca juga ;

Putra Toba Brigjend. Pol. Hendri Marpaung, SH, Ajak Ormas PBB Selamatkan Anak Bangsa dari Keganasan Narkoba

“Untuk menjadi seorang Bela Negara harus sehat jasmani dan rohani. Nah, bagaimana kalau seorang sudah terkontaminasi dengan narkoba, apakah masih bisa disebut Bela Negara? Sedangkan tujuan dari narkoba itu sendiri adalah untuk menghancurkan serta merusak bangsa dan generasinya. Makanya kita sebagai liding sektor bekerjasama dengan stakeholder terkait selalu gencar utuk melakukan penyuluhan, edukasi dan pencerahan kepada masyarakat agar mengetahui betapa sangat berbahayanya penggunaan narkoba. Dan ini merupakan kepedulian akan bangsa,” katanya.

Lanjutnya, untuk menghancurkan negara ini ada 2 (dua) hal;

  1. Menghancurkan sumber daya manusiannya yang potensi dan cendikiawan, serta
  2. Orang-orang tenaga pendidik (guru—red).

Dan kalau hal ini terjadi maka negara ini akan runtuh. Karena untuk membela negara dibutuhkan SDM yang sehat, dan generasi-generasi yang efektif. Sebab untuk mencerdaskan anak bangsa peran guru sangat menjadi penting.

“Hal ini yang kita takutkan, dan jangan sampai terjadi. Untuk mencerdaskan anak bangsa kita butuh guru. Dan bagaimana generasi bisa cerdas kalau tidak ada guru? Dan bagaimana pula cara guru untuk mendidik generasi bangsa yang sudah terpapar? Oleh karena itu dibutuhkan perhatian. Narkoba ini lebih dasyat dari teroris dan korupsi. Kalau korupsi sasarannya jelas adalah uang negara, teroris sasarannya orang yang tidak sepaham dengan pemikirannya. Ingat, narkoba ini masalah semua negara. Dan dunia mendukung perang terhadap narkoba,” tegas Hendri.

Hendri menjelaskan, bahwa dampak narkoba ini sangat luar  biasa. Menghancurkan generasi, menghancurkan sumber daya manusia (SDM). Yang lebih parah lagi mengganggu perekonomian secara internasional. Dan peredaran uang terbesar di sektor manapun, adalah narkoba. Bahkan di Indonesia sendiri satu hari membutuhkan 7 ton sabu untuk dikonsumsi yang ilegal, karena Indonesia saat ini tercatat pengguna narkoba hingga 4 juta jiwa, kalau dalam 1 hari per orang mengkonsumsi 2 gram, berarti sekitar 7 ton.

“Kita bisa banyangkan peredarannya yang fantastis. 7 ton sabu per hari digunakan. Dan angka 4 juta jiwa ini berdasarkan data sebagai pengkonsumsi narkoba, belum yang terdata. Kemungkinan jika di total sekitar 8 sampai dengan 10 juta jiwa. Saat ini Indonesia masih dibawah India dan Filipina. Sehingga berdasarkan Inpres No 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika, juga dalam Pasal 54 dan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur tentang kewajiban pecandu untuk melakukan rehabilitasi. Oleh karena itu seluruh kementerian lembaga berperan aktif sesuai dengan liding sektor, apa yang mereka kerjakan untuk mengkampayekan bahaya narkoba. Misalnya, Kesbangpol. Kesbangpol itu punya anggaran untuk melakukan penyuluhan dan dia harus salurkan lakukan penyuluhan bahaya narkoba. Dan kalau mereka tidak mau, nah mereka undang kita untuk sebagai pematerinya. Tujuannya apa, agar semua orang memahami narkoba ini berbahaya dan mengetahui dampaknya. Dan inilah keinginan dari bapak Presiden. Sehingga saat ini pihak kami BNN termasuk Polri dan TNI mengajak pemprov-pemprov, pemkab, untuk mengkampayekan karena kita harus jemput bola,” ucap Hendri.

Sosok pria yang suka blak-blakan ini menegaskan, bahwa selagi masih ada kesempatan untuk melakukan yang terbaik kenapa harus ditunda. Bahkan ia menghimbau secara umum kepada semua lapisan masyarakat agar berperan aktif dari ganasnya peredaran narkoba. Dikesempatan ini juga berpesan kepada Ormas PBB jadilah garda terdepan untuk menyelamatkan anak bangsa dari keterpurukan narkotika dan obat-obatan.

“Kalau kita menjadi garda, maka jadilah sebagai duta-duta anti narkotika. Kalau ketika kita menjadi duta-duta anti narkotika, maka kita sudah harus membuat komitmen kepada diri kita. Komitmen kita bangun adalah, “no to drugs, say no to drugs”. Artinya kita sebagai garda-garda ini sudah “clear and clean”, untuk menyelamatkan orang lain. Dan yang tidak kalah penting adalah, pada saat kita menjadi duta sudah harus paranoid kepada narkotika. Dengan demikian kita bisa menyelamatkan rekan kita, dan generasi berikutnya. Maka jadilah mata rantai dan otomatis Indonesia akan bersih dari narkoba,” tegasnya.

Senada dengan Ketua Umum PPB Lambok F Sihombing, S.Pd, bahwa hal ini sesuai dengan visi misi Organisasi yang tertuang dalam Anggaran Dasar PBB. Yaitu menggali potensi pada sebuah gerakan kemakmuran dan kesejahteraan yang berbudaya berkebangsaan Indonesia yang hidup untuk kemajuan akal, karsa , rasa dan cipta manusia Indonesia. Bergerak dan bertindak, agar hidup bersama terus terjaga dalam mewujudkan pribadi-pribadi yang selaras harmonis, dinamis dalam masyarakat yang berdaya, berbudaya, berguna dan berhasil guna.

“Jadi dengan paparan dari bapak Jenderal sudah sangat jelas. Mengingat momen sakral yang sebentar lagi kita peringati membuat saya dan para pengurus di Dewan Pimpinan Pusat bekerja keras memikirkan apakah saya, kami sudah melakukan yang terbaik bagi bangsa ini? Nah, itu sebabnya kita lakukan kunjungan ini sekaligus diskusi dan poinnya tepat. Organisasi kita harus menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan generasi bangsa dari narkotika, dan siap menjadi duta-duta anti narkotika disegala penjuru sesuai dengan keberadaan anggota kita. Termasuk untuk menjawab tantangan era globalisasi dan otonomi daerah yang semakin kompleks maka diperlukan peningkatan ekonomi kesejahteraan sosial masyarakat dan karya-karya nyata secara professional dalam bentuk program terencana, terkendali, berdayaguna dan tepat guna. Menyadari sepenuhnya akan aspirasi, juga tuntutan dan tantangan Pembangunan Nasional serta didorong oleh rasa tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan dengan keyakinan bersatu dan bertekad bulat untuk mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), serta Budaya leluhur yang nilainya perlu dijaga, dibela dan dilestarikan untuk generasi selanjutnya,” pungkas Lambok.

Diketahui untuk mempersiapkan aksi Bela Negara menjadi garda terdepan memerangi narkotika serta mempersiapkan duta-duta anti narkotika akan diadakan secara virtual secara serentak diseluruh Indonesia dan Luar Negeri mengingat keberadaan Ormas PBB sudah berdiri di 4 (empat) negara dan sudah di SK kan dalam waktu dekat.

(Kadep MPP)

Komentar

MPP PBB News