oleh

DPD PBB Jawa Barat Adakan Seminar Pertahanan dan Keamanan kepada Pengurus DPC

-Berita-93 views

CIBITUNG | Organisasi Masyarakat Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Batak Bersatu Jawa Barat (DPD PBB Jabar) mengadakan seminar Pertahanan dan Keamanan (Hankam) kepada seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB se-Jawa Barat.

Kegiatan yang diinisiasi dan dipimpin Panglima PBB Jabar Ojak Sinaga ini, berlangsung di Villa Elok Sirait, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/7/2022).

Dalam seminar tersebut, dilakukan pemaparan dan diskusi bersama dengan mengangkat tema “Ikatan persaudaraan membuat kita tak terpisahkan, saling menguatkan dan saling menutupi kekurangan”.

Pembahasan dalam seminar adalah tentang pentingnya hidup bertoleransi antara umat beragama dengan keberagaman suku untuk mendorong PBB berperan aktif serta pemaparan multi peran Hankam dalam organisasi dan bangsa.

Foto; Hendriek L Sihotang Ketua Pemuda Batak Bersatu DPD Jawa Barat memberikan ulos kepada narasumber/mpp

Ketua DPD PBB Jawa Barat Hendriek L Sihotang mengaku kagum dengan kekompakan jajaran Pertahanan dan Keamanan hingga terlaksananya acara silahturahmi yang dilanjutkan dengan pelatihan tersebut.

“Kekompakan jajaran panglima Hankam menunjukkan militansi dari masing-masing DPC, karena dari berbagai daerah hadir dalam acara ini, sehingga militansinya sudah teruji,” katanya.

Hendriek juga meminta jajarannya khusus Hankam Pemuda Batak Bersatu dalam menghadapi tahun politik di tahun mendatang agar tetap mengendalikan pertahanan dan keamanan organisasi.

“Kehormatan dan marwah organisasi tetap terjaga, terlebih kita akan memasuki tahun politik, diharapkan dengan silahturahmi dan pelatihan ini menjadi bekal kita menjaga nama baik ormas kita, dan garda terdepan ada pada Hankam kita,” terangnya.

Hendriek mengaku dengan hadirnya narasumber bisa menambah pemahaman jajaran panglima-panglima PBB yang hadir dalam seminar tersebut.

“Dengan hadirnya para narasumber bisa memberi pemahaman yang lebih, dan bekal dari kegiatan diskusi dan sesi tanya jawab dalam pembahasan dan pelatihan ini untuk menjadikan kita satu persepsi di masing-masing wilayah Jawa Barat,” tutupnya.

Ojak Sinaga selaku Panglima Daerah Pemuda Batak Bersatu Jawa Barat, juga berharap adanya pelatihan dan diskusi khusus Devisi Pertahanan dan Keamanan (Hankam) menjadi kekuatan untuk direalisasikan di wilayah masing-masing.

“Atas kehadiran rekan-rekan panglima DPC, Provos DPC, Satgas DPC se-Jawa Barat yang tetap satu komando dan tak akan terpisahkan serta selalu saling mendukung dan menguatkan baik dari segi keamanan dan pertahanan di dalam organisasi kita Pemuda Batak Bersatu,” ucapnya.

Ojak Sinaga menambahkan, acara silahturahmi dan pelatihan Hankam ini berjalan dengan baik atas dukungan dari jajaran KSB DPD PBB Jabar.

“Atas suport dari Ketua DPD PBB Jabar Eric (panggilan akrab Hendriek) dan berkat semangat dari jajaran masing-masing DPC kegiatan Hankam ini bisa terlaksana dengan baik. Semoga bermanfaat bagi kita untuk menjaga nama baik organisasi, menjaga Ketua dan jajaran baik di DPD maupun di DPC,” tutupnya.

Foto; Ojak Sinaga Panglima Pemuda Batak Bersatu DPD Jawa Barat dalam menyampaikan sambutannya/mpp

Turut hadir narasumber dalam silahturahmi dan pelatihan Hankam PBB se-Jawa Barat Kol (POM) Minter S Tarigan, SH. M.Si, Kol (Kal) Ir Wempy Pasaribu, M.T, MA dan RMM Cokro Kusumo (Stafsus BNPT RI) Direktorat Pencegahan.

Dalam diskusi sesi tanya jawab RMM Cokro Kusomo yang bertugas sebagai Stafsus BNPT RI Directorat Pencegahan mengatakan dalam membangun loyalitas dalam Hankam secara spesifik di Pemuda Batak Bersatu dimulai dari komitmen dalam Hankam.

“Yang pertama ditanya dulu komitmen dalam visi dan misi, apa tugas pokok fungsi Hankam itu, karena loyalitas itu bukan kaca mata kuda,” ungkapnya.

Cokro mengingatkan agar seluruh jajaran DPC tetap patuh kepada pimpinan dalam organisasi.

“Organisasi adalah sistem dan hankam adalah tim, tapi Hankam punya pemimpin, kita ilustrasikan singa adalah raja hutan tapi serigala tidak bermain sirkus, kekuatan serigala ada di dalam kelompoknya, Hankam kelompok bukan, punya pemimpin bukan, ini harus dipahami terlebih dahulu,” paparnya.

Hal yang sama juga turut disampaikan Kol (Kal) Ir Wempy Pasaribu, M.T, MA yang lahir di Makasar. Dia mengatakan, dalam penggunaan loreng dan baret untuk selalu menghormatinya.

“Kepada teman-teman yang menggunakan loreng dan baret di Pemuda Batak Bersatu harus tahu filosofinya, jadi harus hormati marwahnya itu, bahwa kalau saya pakai loreng dan baret berarti jiwa dan raga harus siap untuk negeri,” tegasnya.

Masih kata Wempy bahwa bicara pertahanan dan keamanan masyarakat itu adalah komponen pendukung dan harus siap.

“Sistem pertahanan negara kekuatan itu jelas di TNI, ada komponen cadangan dan komponen pendukung dan komponen cadangan itu para militer, komponen pendukung itu siapa ia masyarakat termasuk kita ini, pemuda ini posisinya komponen pendukung yang artinya apa harus siap,” ucapnya.

Dalam komentarnya Kol (POM) Minter S Tarigan SH, M.Si mengatakan dalam penegakan disiplin adalah bagian dari tugasnya.

“Tergelitik emang kalau bicara penegakan disiplin. Disiplin adalah garda terdepan, Provos itu model mulai dari hal yang terkecil, dalam berpakaian, pantasnya berpakaian harus jadi contoh dan tunjukkan bahwa kita disiplin, supaya teman-teman (PBB) bisa mematuhi aturan itu,” ujarnya.

Minter juga berharap agar Hankam Pemuda Batak Bersatu dibuatkan job discription masing-masing unit agar lebih mengetahui tugas-tugasnya dalam organisasi “Kami sarankan ketua, agar dibuatkan kelompok kerja untuk membuat job discription di masing-masing unit,”tutupnya

Kegiatan ditutup dengan pemberian ulos kepada para nara sumber yang hadir dalam acara silahturahmi dan diskusi bersama Hankam Pemuda Batak Bersatu Jawa Barat.

(Kabiro Jabar/pir)

Komentar