Kepergiannya Torehkan Kisah, Ketum PBB Turut Dampingi Sampai ke Peristirahatan Sementara

Berita, Duka Cita330 views

BANTEN | Sejak berdirinya organisasi Pemuda Batak Bersatu secara legal pada tahun 2019 lalu di Menkumham RI, sudah tidak sedikit para pengurus yang torehkan kisah perjuangan dalam buku sejarah perjalanan dari organisasi tersebut hingga detik ini.

Memang rahasia umur merupakan sebuah misteri pada umat manusia dan hanya Tuhan Yang Maha Esa yang tahu dan hanya Dia pula yang bisa menjelaskan akan rahasia ini.

Namun wujud dari jargon yang sudah melekat sejak berdirinya organisasi Pemuda Batak Bersatu ini, seperti;

  • Solidaritas,
  • Toleransi,
  • Rukun, dan
  • Gotong Royong.

Serta memiliki sebuah kekuatan mata rantai yaitu, Satu Rasa Satu Jiwa, NKRI Harga Mati, menjadi sebuah pondasi yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Mengingat  hal inilah, Ketua Umum Pemuda Batak Bersatu Lambok F Sihombing, S.Pd, didampingi beberapa perwakilan Pengurus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hadir untuk berbelasungkawa kepada salah satu Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Tangerang Selatan yang telah duluan menghadap Sang Khalik yang sudah berbuat banyak dalam pengembangan Organisasi PBB dalam kurun waktu 2 (dua) tahun silam hingga menghembuskan nafas terakhir dan meninggalkan dunia yang fana ini.

Ketua DPC PBB Tangsel Than Hasugian menyampaikan di detik-detik terakhir sebelum dibawa ke tempat pemakaman, “Kau layak menjadi sosok teladan serta panutan bagi kami sejak bergabung dalam organisasi ini. Kau tidak pernah mengeluh, tidak pernah menyangkut pautkan masalah pribadi dengan organisasi. Selama 2 (dua) tahun kau tidak pernah menyerah dalam membesarkan organisasi dan selalu berupaya memberikan yang terbaik,” ujar Ketua DPC Tangsel di rumah duka, Kamis (07/07/2022), seraya belum rela melepas sosok yang dia banggakan itu.

Segala perjuangan dan semangat yang sudah dibuktikan oleh Alm. Tolhas Sihotang, menurutnya akan menjadi sebuah pembelajaran dan akan menjadi sebuah momen dalam mengembangkan organisasi PBB kedepannya.

“Memang misteri ini hanya Tuhan yang tahu, namun apa yang sudah kamu mulai dan lakukan hingga saat ini akan menjadi sejarah bagi kami yang telah kau tinggalkan,tentu akan kami lakukan yang terbaik bagi ormas kita,” katanya.

Sementara salah satu utusan dari DPD PBBB Banten Asman Sinaga (Waka-red) berpendapat bahwa sosok almarhum adalah seorang pejuang yang tangguh dengan kehadirannya di setiap momen penting.

“Almarhum merupakan seorang pejuang yang tangguh. Bayangkan disetiap ada acara pasti hadir karena wujud rasa kecintaannya kepada PBB. Dan kami sebagai pengurus di tingkat Daerah dalam skop provinsi agar tetap melakukan yang terbaik, lebih kompak, professional dan semakin luar biasa,” lucunya.

Diketahui bahwa, organisasi Pemuda Batak Bersatu merupakan sebuah ormas dan bisa dikatakan seumur jagung, namun sudah melakukan ekspektasi yang sangat menyentuh hati masyarakat.

Itu sebabnya Ketum PBB mempertegas bahwa, visi misi Pemuda Batak Bersatu sangat jelas arah tujuannya yaitu sosial, kemanusiaan dan tanpa embel-embel yang lain.

“Sangat jelas bahwa PBB lahir, berdiri, berjalan dan bekerja hanya untuk sosial, kemanusiaan tanpa ada yang lain. Artinya organisasi ini harus dijalankan dengan tulus dan bijaksana. Namun seiring berkembang roda organisasi pasti tidak terlepas dari polemik atau beda pendapat dan itu merupakan sebuah dinamika untuk pendewasaan,” kata Lambok.

Lewat berbagai macam dinamika tersebut orang nomor 1 (satu) di PBB ini berpesan, agar menjadikannya sebagai pembelajaran untuk saling memahami satu dengan yang lain.

“Semua dinamika itu merupakan hal yang wajar dan biasa, sekaligus menjadi sebuah kesempatan kepada kita untuk memahami, mempelajari satu dengan yang lain bahwa itulah sesungguhnya keunikan manusia. Intinya adalah jangan pernah lelah berbuat yang baik selagi masih ada waktu dan kesempatan. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Mari kita mulai dari ruang terkecil, yaitu rumah kita sendiri, kemudian melangkah keluar, sehingga organisasi kita benar-benar dicintai oleh masyarakat tanpa memandang suku, budaya, adat dan bahasa maupun golongan. Maka terwujudlah bahwa ormas PBB telah berdaya guna bagi bangsa dan Negara,” tandas Lambok usai prosesi pemakaman di lokasi.

(Kadep MPP)

Komentar