PBB Papua Turut Dampingi Keluarga Korban Kerusuhan Wamena

Berita, DPD381 views

JAYAPURA, MPP | Pemuda Batak Bersatu provinsi Papua memberikan boras sipir ni tondi [memberkati roh ‘jiwa’-red] kepada keluarga korban Sitorus dan Siagian, yang meninggal akibat kerusuhan Wamena, Papua, saat bertolak menuju kampung halaman Medan di Bandara Sentani, Jayapura, Jumat (24/02/2023).

Diketahui bahwa keluarga korban kerusuhan Wamena transit bandara Sentani, Jayapura untuk melanjutkan penerbangan ke Kualanamu, Medan, membawa jenazah alm Albert Sitorus dan Ramot Siagian.

“Songgop ma tondi tu badan mu, sai roma akka silas niroha tu joloan ni ari, horas.. horas… horas….[kembalilah roh/jiwa ke tubuh, biarlah sukacita dan berkat datang esok hari, selamat, selamat, selamat-red],” ujar B. Simanjuntak di dampingi T. Sibarani, Penasehat PBB dan Pengurus DPD provinsi Papua dan DPC kabupaten Jayapura saat memberikan boras sipir  ni tondi.

Dengan rasa prihatin, sedih, menyelimuti keluarga dan anggota PBB DPD Papua, kemudian keluarga Sitorus dan Siagian terdiri dari istri dan anak almarhum sebanyak 14 orang diantar ke ruang tunggu bandara Sentani, Jayapura.

Sekilas kronologis alm. Albert Sitorus dan Ramot Siagian meninggal akibat di bac*k dan dipanah dalam kasus isu penculikan anak di kota Wamena.

Dok/mpp

Kericuhan antara masyarakat dan aparat keamanan pun pecah di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (23/02/2023) siang. Akibatnya 9 (sembilan) orang warga dikabarkan meninggal dan puluhan terluka.

Sejumlah kios yang berada di kawasan Sinakma, Kampung Sapalek, Jalan Trans Irian, Kota Wamena pun ikut dibakar oleh massa mengamuk.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, SH, SIK, M.Kom, saat dimintai keterangannya, Kamis (23/02/2023) sore membenarkan adanya insiden tersebut.

“Kericuhan yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIT tersebut diketahui berawal dari adanya isu terkait penculikan anak yang hingga kini belum jelas informasinya,” ungkap Kombes Benny.

“Kericuhan ini juga menyebabkan jatuhnya korban,” tambahnya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat Batak di Wamena, Tahan Sibarani mengatakan, semoga situasi di Wamena cepat kondusif dan aparat keamanan segera mengusut tuntas kejadian itu dan menyelesaikan sesuai hukum yang berlaku.

“Kami berharap aparat keamanan bisa segera menangani kasus ini secara hukum dan situasi keamanan segera pulih,” pungkasnya.

Komentar